Thursday, February 01, 2007

Bung Tomo Ketuk Tentara Muslim India

Meskipun usianya baru 40-an, Aamir Khan kini bukan hanya aktor. Seperti juga Shah Rukh Khan yang usianya lebih muda, Aamir juga seorang produser. Bahkan, sekitar lima tahun lalu, dia telah membuat film berjudul Lagaan. Film sejarah saat rakyat India melawan penjajah Inggris ini kemudian terpilih masuk nominasi hadiah Oscar untuk katagori film asing.

Setelah itu, Aamir Khan absen dari dunia film India selama empat tahun. Selama waktu yang lama itu dia mempersiapkan produksi filmnya berjudul The Rising (Kebangkitan), yang pada bulan Agustus lalu, bersamaan dengan masa edarnya di India, di putar di sejumlah bioskop Indonesia. Dalam film ini Aamir Khan berperan sebagai Mangal Pandey, warga India yang jadi prajurit Inggris, kemudian memberontak.

Dia berontak karena merasa ditipu British East India Company (semacam VOC-nya Inggris), yang ketika pada 1856 memperkenalkan penemuan senapan jenis baru. Untuk ditembakkan bagian ujungnya harus digigit terlebih dulu, seperti saat kita sebelum mengisap cerutu (lisong). Setelah itu bubuk mesiunya dimasukkan ke senapan dan siap ditembakkan. Salah satu campuran yang harus digigit adalah lemak (gajih) sapi dan babi.

Mengetahui sebagian tentara lokalnya beragama Hindu yang sangat memuliakan binatang tersebut, dan Islam yang mengharamkan babi, Inggris merahasiakan campuran itu. Namun akhirnya kasus tersebut terbongkar, setelah ditemukan gudang tempat membuat peluru. Dipimpin Mangal Pandey, baik Hindu maupun Muslim, sama-sama berontak melawan Inggris.

Cerita hampir sama terjadi saat pasukan Sekutu dipimpin balatentara Inggris, yang pada 29 September 1945 mendartat di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di antara pasukan Sekutu yang berasal dari India (waktu itu Pakistan dan Bangladesh belum muncul), banyak terdapat tentara beragama Islam. Mereka umumnya dari suku Pathan yang sangat taat memeluk Islam. Suku Pathan berasal dari perbatasan antara India dan Afganistan (Nort West Frontier Provinst), bermarga Khan, seperti yang banyak kita dapati nama bintang Bollywood.

Pasukan sekutu yang dipimpin Lord Louis Mounbatten itu bertugas untuk melucuti tentara Jepang, dan menduduki Indonesia. Konon, ketika tentara India dilibatkan dalam pasukan Sekutu, mereka yang beragama Islam minta ketegasan Inggris, karena sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam. Mereka akan menolak jika memerangi saudara-saudaranya seagama. Tapi Inggris dengan liciknya menyatakan, bahwa justru diberangkatkan ke Indonesia untuk membantu rakyatnya yang sedang berperang dengan orang kafir.

Diantara pasukan sekutu ada yang bertugas di Surabaya, umumnya dari Brigade 49/Divisi India ke-23 di bawah komando Brigade Jenderal AWS Mallaby. Ketika pihak Sekutu mengeluarkan ultimatum agar para pejuang menyerahakan diri dengan mengangkat tangan paling lambat 10 November pukul 06.00, maka ultimatum itu dicuekin para pejuang. Dan, terjadilah peristiwa 10 Nopember 1945 hingga pihak Sekutu kewalahan menghadapi serangan para pejuang Indonesia. Terjadi pertempuran mati-matian. Sekutu mengerahkan lebih dari satu divisi infantri, yaitu Divisi India ke-5 beserta sisa Brigade Mallaby.

Diantara Brigade India, terdiri dari Hindu dan Muslim (waktu itu Pakistan belum terbentuk), disamping pasukan Gurkha. Dan, mereka yang beragama Islam tergetar hatinya ketika Bung Tomo, menyerukan takbir 'Allahu Akbar' mengajak para pejuamg berjihad mempertahankanm kemerdekaan. Pasukan India yang Muslim umumnya tidak bersedia memerangi saudaranya seagama. Bahkan ada yang lantas bergabung dengan para pejuang. Mereka merasa tertipu oleh Inggris, yang menjanjikan kedatangan mereka ke Indonesia untuk membantu rakyat memerangi kaum kafir. Apalagi setelah kemudian mereka masuk ke kampung-kampung, sambil bertanya 'Muslim?', yang oleh penduduk dijawab 'Muslim'.

Sepereti dituturkan Abdul Rachim Latif (65 tahun), warga keturunan India kelahiran Surabaya, pasukan Muslim India yang hengkang dari induk pasukannya kemudian tidak kembali lagi ke negaranya. Mereka kawin dengan wanita-wanita Indonesia. Mereka tinggal sedikit di luar kota Surabaya, di kawasan Bendul Merisi. Kini jadi Jl Bendul Marisi di belakang rumah sakit Dr Ramlan, Surabaya, berdekatan dengan Jl Jenderal Ahmad Yani Surabaya. Di sini, kata Abdul Rachim, ketika itu terdapat sekitar 100 KK pasukan Muslim India, yang kini sudah beranak cucu. Jasa mereka oleh pemerintah Indonesia tetap dihargai. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, tiap hari ulang tahun kemerdekaan RI mereka mendapat santunan. Hal yang sama juga diberikan pada masa Presiden Soeharto.

Bukan hanya di Surabaya, di Jakarta juga banyak tentara India Muslim yang tidak kembali ke negaranya, dan kemudian menjadi anggota TNI. Ketika menjadi pasukan sekutu, mereka akrab dengan penduduk dan juga datang ke rumah-rumah penduduk. Mereka juga shalat berjamaah dengan penduduk setempat. Mereka membagikan makanan dan barang-barang pada penduduk. Karena itu, saat revolusi fisik pasukan India yang Muslim tidak menjadi incaran tembak para pejuang.

(Alwi Shahab )

sumber : republika, Minggu, 04 Desember 2005

Wednesday, December 06, 2006

Peringatan 18 Tahun Syahidnya Abdullah Azzam: Teroriskah Simbol Jihad Afghanistan itu?









sumber : http://www.eramuslim.com/news/lpk/4573d083.htm

24 November, 18 tahun Islam. Seorang tokoh pejuang Islam menghadap Allah swt dengan begitu indahnya. Syaikh Abdullah Azzam, siapa yang tidak pernah mendengar nama itu? Hampir setiap Muslim yang memperhatikan kondisi dunia Islam di tahun 80-an pasti mengenal nama dan sosok Abdullah Azzam dengan baik.

Dia adalah simbol jihad Afganistan saat mengusir pasukan beruang merah Rusia. Dan kini, hampir 18 tahun berlalu, namanya masih lekat dikenang dalam hati para pejuang Islam di dunia. Meski, label gembong teroris juga dikaitkan dengan namanya, namun siapapun yang mengetahui kondisi perjuangan jihad Afganistan ketika itu, tak pernah terbetik sedikitpun bahwa Abdullah Azzam adalah seorang teroris. Bahkan sebaliknya, ia adalah pejuang sejati yang begitu tinggi kasih sayangnya kepada kaum Muslimin.

Beberapa waktu lalu, sejumlah tokoh mengingatkan tentang peringatan syahidnya tokoh jihad Afganistan itu. Salah seorang muridnya yang kini tinggal di Mesir, bercerita tentang Abdullah Azzam, saat beliau sedang melakukan perkemahan. Pada suatu acara semua yang mengikuti mukhayyam itu di perintahkan oleh komandan lapangan. “Kalian berlarilah mengelilingi lapangan ini sebanyak yang kalian bisa,” ujar komandan lapangan.

Semua peserta perkemahan berlari. Namun setelah beberapa putaran, sudah ada yang menyerah, dan mereka yang menyerah beralasan bahwa “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (2: 286), inilah yang saya mampu”,

Begitu pula orang-orang yang menyerah selanjutnya, mereka selalu beralasan dengan ayat ke 286 di surat Al-Baqarah tersebut, dan yang sisa pun semakin banyak yang menyerah, sampai tinggal Abdullah Azzam sendiri, beliau terus berlari mengelilingi lapangan tersebut, sampai akhirnya beliau pingsan.

Dan setelah sadar beliau ditanya oleh komandan lapangan “ Mengapa anda berlari sampai pingsan begini, kan sudah saya bilang bahwa anda berlari semampu anda”, lalu Abdullah Azzam menjawab “inilah yang saya mampu, sesuai yang anda perintahkan“

Yang dimaksud oleh Abdullah Azzam adalah makna sebenarnya dari “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”, bahwa perintah harus dijalankan sesuai isinya. Di sisi lain, upaya apapun harus dilakukan dengan upaya yang optimal di batas kemampuan seseorang. Itulah salah satu pelajaran yang diberikan Abdullah Azzam.

Komitmen Kuat Berjihad

Abdullah Azzam dilahirkan di sebuah kampung di Utara Palestina yang dikenal sebagai Selat al-Harithia di daerah Genine pada tahun 1941. Ayahnya bernama Mustaffa yang meninggal dunia setahun selepas pembunuhan anaknya. Ibunya bernama Zakia Saleh yang meninggal dunia setahun sebelum Sheikh Abdullah Azzam dibunuh.

Abdullah Azzam berasal dari keluarga yang baik latar-belakang keagamaannya. Keluarganya gembira mempunyai anak lelaki, Abdullah Yusuf Azzam, yang sudah terlihat istimewa di kalangan kanak-kanak lain dan telah aktif berdakwah pada usia yang muda. Rekan-rekannya mengenali Azzam sebagai seorang yang wara dan sangat hati hati dengan dosa. Ia menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan pada usia muda. Guru-gurunya melihat keistimewaan ini sejak Azzam masih duduk di bangku sekolah. Abdullah Azzam masuk dalam organisasi al-Ikhwan-ul-Muslimin sebelum mencapai usia baligh.

Sheikh Abdullah Azzam telah dikenal karena ketabahan dan sifatnya yang sungguh sungguh sejak kecil. Ia menerima pendidikan awal peringkat sekolah dasar dan menengah di kampung sebelum meneruskan pendidikan di College Pertanian Khadorri sampai tingkat Diploma. Walau merupakan pelajar termuda di kalangan teman-temannya, Abdullah Azzam adalah murid yang paling cerdas. Setelah menamatkan pendidikan di College Khadorri ia bekerja sebagai seorang guru di sebuah kampung bernama Adder di Selatan Jordan. Kemudian beliau meneruskan pendidikan di college Shariah di universitas Damaskus sehingga memperoleh Ijazah B.A. dalam Shariah pada 1966. Setelah pihak Yahudi mendudduki Tepi Barat pada tahun 1967, Abdullah Azzam muda hijrah ke Jordan, karena ia tidak mau tinggal di bawah penjajahan Yahudi di Palestina. Pengalaman melihat tank-tank Israel bergerak masuk ke Tepi Barat tanpa ada hambatan meningkatkan tekadnya untuk hijrah dan belajar mendapatkan kemampuan untuk perang.

Tahun 1960-an ia ikut dalam Jihad menentang penjajahan Israel di Palestina dari Jordan. Ketika itu juga ia menerima Ijazah Master di dalam bidang Shariah dari Unversitas al-Azhar. Pada tahun 1970 sesudah Jihad terhenti karena kekuatan PLO dipaksa keluar dari Jordan, Abdullah Azzam menjadi seorang pensyarah di universitas Jordanian di Amman. Pada tahun 1971 ia dianugerahkan biasiswa ke Universitas al-Azhar di Kairo sampai ia memperoleh Ijazah doktor di dalam bidang Ushul al-Fiqh pada 1973. Ketika di Mesir itulah, ia telah berkenalan dengan keluarga Sayid Quthb, keluarga tokoh perjuangan Islam di Mesir.

Pada tahun 1979 ia meniggalkan universitas berpindah ke Pakistan untuk ikut serta dalam Jihad Afghanistan. Di sana ia berkenalan dengan pemimpin-pemimpin Jihad. Awal kedatangannya di Pakistan, ia dilantik sebagai pensyarah di universitas Islam internasional di Islamabad. Setelah beberapa waktu lamanya, kemudian beliau mengambil keputusan untuk berhenti dari tugas universitas untuk memfokuskan seluruh waktu dan tenaganya kepada Jihad di Afghanistan.

Abdullah Azzam sangat banyak dipengaruhi oleh Jihad di Afghanistan dan Jihad di Afghanistan juga sangat banyak dipengaruhi Abdullah Azzam sejak beliau memfokuskan seluruh waktunya untuk Jihad. Ia menjadi seorang yang disegani di arena Jihad Afghanistan. Ia menumpahkan seluruh daya usaha untuk menyebarkan dan mengenalkan Jihad di Afghanistan ke seluruh dunia. Ia mengubah pandangan umat Islam tentang Jihad di Afghanistan dan menyadarkan bahwa Jihad adalah tuntutan Islam yang menjadi tanggung jawab semua umat Islam di seluruh dunia. Berkat hasil usahanya, Jihad Afghan menjadi Jihad universal yang diikuti oleh umat Islam dari berbagai pelosok dunia.

Abdullah Azzam bahkan menjadi idola generasi muda yang menyahut seruan Jihad. Pernah ia berkata, "Aku rasa seperti baru berusia 9 tahun, 7 setengah tahun di Jihad Afghan, satu setengah tahun di Jihad Palestina dan tahun-tahun yang selebihnya tidak bernilai apa-apa."

Ia juga melatih keluarganya dengan pemahaman dan semangat yang sama. Isterinya terlibat dengan kegiatan penjagaan anak-anak yatim di Afganistán. Ia sendiri menolak tawaran pekerjaan sebagai pensyarah dari beberapa buah universitas sambil berikrar bahwa ia tidak akan meninggalkan Jihad sehingga gugur syahid. Ia juga selalu mengatakan bahwa tujuan utama dan cita-citanya adalah untuk membebaskan Palestina.

Terbunuh Saat Hendak Sholat Jumat

Tentu saja komitmen yang begitu tinggi pada Islam menimbulkan keresahan di kalangan musuh-musuh Islam. Mereka bersekongkol untuk membunuh beliau. Pada tahun 1989, sebuah bom diletakkan di bawah mimbar yang ia gunakan untuk menyampaikan khutbah Jumat. Bahan letupan itu sangat berbahaya dan ledakannya akan memusnahkan masjid tersebut bersama dengan semua benda dan jamaah di dalamnya. Tetapi dengan perlindungan Allah, bom tersebut tidak meledak dan ratusan orang Islam selamat.

Musuh-musuh Islam terus berupaya membunuh Abdullah Azzam. Pada hari Jum’at, 24 November 1989 di Peshawar, Pakistan, mereka telah menanam tiga buah bom di jalan yang sempit. Abdullah Azzam memarkirkan mobilnya di posisi bom pertama dan kemudian berjalan ke masjid untuk shalat Jum’at. Bom pun meledak dan Abdullah Azzam gugur bersama dengan dua orang anak lelakinya, Muhammad dan Ibrahim, beserta dengan anak lelaki al-marhum Sheikh Tamim Adnani (pejuang di Afghan).

Ledakan bom seberat 20kg TNT dilakukan dengan alat kontrol jarak jauh. Setelah ledakan kuat itu itu orang-orang keluar dari masjid dan melihat keadaan yang mengerikan. Hanya bahagian kecil dari mobil tersebut yang kelihatan. Anak Abdullah Azzam, Ibrahim, terpental 100 meter; begitu juga dengan dua orang anak-anak lagi. Serpihan mayat mereka bertaburan di atas kabel-kabel listrik.

Tubuh Abdullah Azzam ditemukan bersandar pada sebuah tembok, dalam keadaan sempurna dan tiada luka atau cedera kecuali sedikit darah yang mengalir dari bibirnya. Seperti itulah akhir kehidupan seorang Mujahid di dunia ini dan insya-Allah kehidupannya akan terus berlanjut di sisi Allah swt.Abdullah Azzam dikebumikan di Tanah Perkuburan Shuhada Pabi di mana beliau menyertai ribuan para syuhada.
(na-str/ikhol)

Friday, December 01, 2006

HIKMAH PENGHARAMAN BABI

HIKMAH PENGHARAMAN BABI.
Oleh: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid

Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.

Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis.

Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, "Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya.

Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi.
Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?"

Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam
jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu
babi betina.

Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?" Beliau
menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan
suatu rahasia."

Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan
agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam
satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh,
untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.

Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi
jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan
keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan
untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga
diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.

Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh
'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian.
Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang memakannya."

Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat
Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang
berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri.

Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam,
bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya
selama tiga hari, memberinya makan dan memperhatikan apa yang
dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum
Allah, seperti itulah hikmah Allah.

Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang
disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, dalam bukunya "Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130-131:
"Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya
berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan
kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh,
yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit,
eksim, dan rematik".

Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya
hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?"
Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihadat fi at Tafsir
al Qur'an al Karim, halaman 112, menyebutkan beberapa penyakit
yang disebabkan oleh daging babi:

"Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea
lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi
daging babi tersebut. Patut dicatat, hingga saat ini, generasi babi belum terbebaskan dari cacing-cacing ini. Penyakit lain yang ditularkan oleh daging
babi banyak sekali, di antaranya:

Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus
Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi. Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian.
Penyakit pengelupasan kulit. Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.
Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi:

Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi
hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah
penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya
dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.

Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya.
Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia,
hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak
ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.

Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya,
kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan.
Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah,
memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.

Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan
Swedia --Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan
Swedia mayoritas penduduknya sekular-- menyatakan: daging babi
merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita
penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat

secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika,
serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India).
Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar
1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam
Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang
diadakan di Sao Paulo.

Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi.

Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi, sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT, dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT mengharamkan daging dan lemak babi.

Wasiat Rosulullah S.A.W kepada Ali.R.A

ada forward-an email bagus dari seorang teman, saya sendiri blm pernah membacanya ataupun mengetahui kalo ada riwayat atau hadist yang pernah menyinggung tentang ini, btw plus/minusnya kita ambil aja manfaatnya karena bagus juga sebagai bahan mutaba'ah kepada diri kita sendiri.

WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.;

Wahai Ali, bagi orang 'ALIM itu ada 3 tanda2nya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yg haram.
3) Merendahkan diri.


Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda2nya:
1) Merahsiakan ibadahnya.
2) Merahsiakan sedekahnya.
3) Merahsiakan ujian yg menimpanya.


Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda2nya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.


Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.


semoga bermanfaat.

Thursday, November 16, 2006

Kisah Perjuangan Rosulullah S.A.W



Masih inget dahulu ? ketika di bangku SD dan SMP kita pernah mempelajari sedikit tentang kisah perjalanan Rosul. Mulai dari pemuda yg bernama "Muhammad" yang jujur dan hanif ini menerima wahyuNYA pertama kali di gua hiro dalam keadaan menggigil dan ketakutan.

Kisah perjuangan Rosul diulas manis disini walaupun tidak semuanya di bahas di vcd ini, misalnya hal tentang Abu Bakar ra & Umar ra namun banyak poin-point penting yg rugi jika kita lewatkan. Hamzah bin Abi thalib, Bilal bin rabah, Abu Sufyan, Hindun, Washi dan beberapa tokoh lainnya sangat apik diperankan termasuk Ali ra dan Jafar ra sedikitnya disinggung pula.

Film yang berlatar belakang padang pasir (settingannya di gurun daerah Libya dan sekitarnya kalo tidak salah) ini termasuk kategori film heroik dan kolosal, melibatkan begitu banyak orang dan dengan suasana yang seakan-akan kita terlibat dengan emosi kita masing-masing. Nah teman-temaan bagi yg belum nonton film yg dibuat akhir dekade 70-an ini pasti penasarankan ?? wah rugi deh kalo nggak nonton.

salam

Agus Syaefudin

Tuesday, November 14, 2006

maafkan kami saudaraku, mungkin iman kami yg kumuh turut andil dalam bencanamu

"Allah S.W.T memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar mereka tidak membiarkan kemungkaran yang terjadi dihadapan mereka, sebab Allah akan meratakan azab NYA" (Abdullah bin Abbas r.a)

Thursday, November 09, 2006

Jaket coklat dari istriku

Masih ingat, masih terasa jelas sekali diingatanku. Ketika itu masih suasana idul fitri 1426 H. Ketika itu kami berliburan lebaran di kampung istriku, kampung yg kini tidak seperti dulu lagi (karena separuh dari kampung istriku telah luluh lantak akibat gempa mei 2006 kemarin termasuk rumah orang tua istriku/mertuaku).

Pagi itu tanpa dinyana dan disangka sama sekali,
istriku memberikan hadiah kepadaku, sebuah jaket berwarna coklat. wow....!
dalam hati sempet berkata "wah keren... alhamdulillah.."

Hari ini, sudah setahun berlalu,
kini jaket keren itu sudah bergantung kembali dikamarku,
diam membisu. Namun kali ini beda jauh dengan kondisi jaket setahun yg lalu,

Jacket yg setiap hari ku pakai itu kini sudah menguning beda jauh dari warna sebelumnya, jaket yg setia menemaniku ketika panas terik bahkan ketika hujan mengguyur sekalipun!
kini, dibeberapa bagian jacket sudah tampak kusam dan bekas keringat yg susah dihilangkan.

Kini aku sudah punya jacket baru berwarna hitam.
jacket yg lebih bagus karena dari bahan kulit domba,
harganyapun tentu jauh lebih mahal.

tapi jacket coklatku tetap yg terbaik,
hadir dari pemberian tangan-tangan istriku,
tak pernah kulupa surprise pada hari itu.

terimakasih ya istriku,
untuk semua jacket-jacketnya (termasuk jacket barunya)
untuk semua hari-hariku yang diselimuti cintamu.

Tuesday, November 07, 2006

Pra muqoyam





...Majulah wahai engkau ghuroba... bla bla bla..
ini dia raihan (bergaya ustad jefri) sedang latihan pra muqoyam.
"maap ya bi, kali ini ana belajar dulu ya di kasur...hup hup hup...satu dua tiga!"